Penyedia Bahan Kimia Laboratorium

 

Penyedia Bahan Kimia Laboratorium

Penyedia Bahan Kimia/CHEMICAL Laboratorium

Laboratorium adalah tempat untuk melakukan praktikum atau analis. Tentu saat  praktikum tidak terlepas dengan yang namanya bahan kimia. Bahan kimia bisa berupa padat, cair atau gas. Apa saja bahan kimia yang biasa ada di laboratorium.

Bahan Kimia Padat

  1. Aluminium Sulfat (Alumunium Sulphate) Al2(SO4)316H2O

Bentuknya berupa kristal garam. Aluminium sulfat mudah larut dalam air. Bahan kimia ini bisa digunakan untuk pengganti tawas. Aluminium sulfat ini terutama digunakan untuk bahan flokulasi dalam pemurnian air minum, kilang pengolahan air limbah dan pembuatan kertas

  1. Glukosa (Glucose) C8H12O8

Glukosa bentuknya kristal tidak berwarna. Sifatnya mudah larut dalam air.

  1. Metilen Blue (Methylene Blue) C88H18N3SCl

Metilen Blue ini merupakan zat padat berbentuk serbuk. Metilen blue adalah salah satu zat warna yang kerap digunakan karena mudah didapat dan harganya ekonomis. Metilen blue merupakan zat warna dasar cukup penting dalam proses pewarnaan kulit, kain katun dan kain mori

  1. Eosin (Eosin)

Eosin merupakan zat padat larut dalam air atau alkohol. Biasa digunakan pada praktikum biologi gunanya sebagai pewarna jaringan agar mudah diamati. Eosin ini dapat dipakai untuk mewarnai kolagen, serat otot dan sitoplasma untuk pengujian di bawah mikroskop

  1. Natrium hidroksida teknis (sodium hydroxide, technical) NaOH

Natrium hidroksida teknis dikenal dengan sebutan soda api, soda kaustik atau soda sodium hidroksida. Zat padat bentuknya kristal mudah menyerap uap air dan udara. Bahan kimia ini bersifat korosif dan beracun, sehingga jika terkena anggota tubuh akan menimbulkan luka bakar. Bahan kimia ini biasa digunakan sebagai basa dalam proses produksi bubur kayu atau kertas, deterjen, tekstil, sabun dan air minum

  1. Kobalt (II) klorida (Cobalt (II) Clorida) CoCl26H2O

Kobalt adalah unsur kimia jenis logam dengan simbol Co dengan nomor atom 27. Kobalt (II) merupakan zat padat berbentuk kristal merah. Sifatnya mudah menyerap uap air dan udara. Dalam keadaan kering berwarna biru. Bahan kimia ini digunakan untuk menguji kadar air suatu benda atau menguji kelembaban udara

  1. Yodium Kristal (Iodine, Crystal)

Yodium kristal merupakan zat padat warnanya abu-abu, kehitaman. Gampang menyublim dengan uap berwarna ungu. Bahan kimia ini bersifat korosif sehingga berbahaya jika sampai tertelan atau terkena kulit. Yodium dipakai sebagai reagen pada uji amilum

  1. Fenolftalin (Fenolftalein) C2OH14O4

Fenolftalin dalam laboratorium digunakan untuk menguji keasaman zat lainnya. Fenoftalin merupakan bubuk kristal berwarna putih, kadang terdapat semburat kuning. Bahan kimia biasanya ini tidak berbau dan berasa tapi jika terhirup dapat menyebabkan batuk atau bersin. Apabila larutan basa ditetesi satu atau dua tetes fenolftalin, maka larutan akan berubah warna menjadi biru tua kalau ditetesi larutan kanji

  1. Natrium Klorida (Sodium Cloride) NaCl

Natrium klorida berbentuk kristal putih biasa disebut garam dapur. NaCl berbentuk padat, berwarna putih, tak berbau tapi mempunyai rasa yakni asin. Natrium klorida mudah larut dalam air dan pelarut polar lainnya

  1. Kalium Iodida (Potassium Iodide) Kl

Bahan kimia ini bentuknya kristal berwarna putih. Senyawa ini tidak begitu mudah menyerap air. Larutan ini membebaskan yodium berwarna coklat pada anoda, bisa berubah menjadi biru tua apabila ditetesi larutan kanji

  1. Kalium Permanganat (Potassium Permanganate) KMNO4

Kalium permanganat adalah zat padat berbentuk kristal warnanya ungu tua. Senyawa ini bersifat oksidator sehingga bisa digunakan untuk disinfektan maupun sintetis kimia organik. Kalau dicampur dengan senyawa organik lain atau gliserin bisa memunculkan letusan

  1. Kalium Natrium Tartrat (Potassium Sodium Tartrate) NaKC4H4O6.4H2O

Kalium Natrium Tartrat disebut juga garam Rochelle atau garam Seigette. Bahan kimia padat ini berbentuk kristal putih. Dapat larut dalam air. Kalium Natrium Tartrat bisa dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pada larutan fehling untuk menguji karbohidrat

  1. Kalsium Oksida (Cacium Oxide) CaO

Kalium oksida biasa disebut kapur tohor. Kapur tohor merupakan bahan penting dalam pembuatan semen. Dengan menambahkan air dapat dipakai untuk membuat air kapur

  1. Zinc Zulfat atau seng sulfat

Zinc sulfat adalah senyawa berbentuk padat dan tidak berwarna. Dulunya senyawa ini disebut vitriol putih. Rumus senyawa ini SO4. Seng sulfat merupakan senyawa anorganik yang bisa digunakan untuk suplemen makanan untuk mengatasi kekurangan seng pada tubuh manusia. Pembuatan seng sulfat ini dengan mereaksikan bahan apapun yang mengandung seng seperti logam, mineral dan oksida dengan asam sulfat.

  1. Zinc acetate atau seng asetat

Seng asetat berbentuk padat tidak berwarna biasa digunakan dalam sintetis kimia serta sebagai suplemen makanan. Seng asetat digunakan dalam tablet hisap untuk mengobati flu. Selain itu bisa untuk mengobati defisiensi seng.

  1. Zirkonium

Zirkonium adalah logam kuat, ulet, dapat ditempa berwarna perak keabu-abuan. Zirkonium tahan terhadap panas dan korosi. Kekerasannya mirip tembaga. Zirkonium merupakan bahan yang baik untuk industri nuklir karena tidak mudah menyerap neutron.

  1. Zinc

Zink atau timah sari atau seng adalah unsur kimia dengan lambang Zn. Beberapa jenis senyawa seng yang bisa ditemukan yakni, seng karbonat dan seng glukonat (suplemen makanan), seng klorida (pada deodoran), seng pirition (terdapat pada sampo anti ketombe), seng sulfida (pada zat berpendar) dan seng metil ataupun seng dietil terdapat dalam laboratorium organik.

Bahan Kimia Cair

  1. Asam klorida pekat (Hidrocloric acid, concetrated) HCl

Asam klorida merupakan asam anorganik kuat yang dipakai dalam berbagai proses industri seperti pengolahan logam. Dalam pasar industri, asam klorida diproduksi dalam bentuk larutan 38% HCl pekat. Asam klorida juga digunakan untuk hal berikut walau dalam skala kecil seperti pemurnian garam dapur, pengolahan kulit, pembersih rumah tangga dan konstruksi bangunan

  1. Etanol Etanol C2H5OH atau alkohol

Etanol disebut juga alkohol murni, alkohol absolut, etil alkohol. Etanol memiliki ciri mudah menguap, gampang terbakar, tidak berwarna dan alkohol yang paling sering digunakan dalam sehari-hari. Etanol sering digunakan sebagai pelarut bahan-bahan kimia untuk dikonsumsi. Sebagai contoh para perasa, parfum, pewarna makanan dan obat-obatan

  1. Formalin 40% (formalin)

Formalin merupakan campuran dari formaldehid, metanol dan air. Formalin adalah zat yang mudah larut dalam air. Formalin bisa digunakan untuk membasmi bakteri sehingga kerap digunakan sebagai disinfektan dan bahan pengawet. Namun formalin tidak diperbolehkan digunakan pada makanan karena membahayakan

  1. Gliserol (Gliserol) CH2OH.CHOH.CH2OH

Gliserol merupakan suatu trihidroksi alkohol yang terdiri atas 3 atom karbon. Satu molekul gliserol bisa mengikat satu, dua dan tiga molekul asam lemak dalam bentuk ester yang disebut monogliserida, digliserida dan trigliserida. Sifat gliserol adalah cairan tidak berbau, tidak berwarna, cairan kental dengan rasa manis

  1. Kloroform (Cloroform) CHCl3

Kloroform merupakan cairan yang tak berwarna dan tidak gampang terbakar. Memiliki aroma yang menyengat dan khas. Kloroform mudah menguap dan gampang larut dalam pelarut organik

  1. Fehling A dan Fehling B

Larutan fehling adalah larutan yang dipakai dalam uji kimia untuk membedakan antara karbohidrat larut pada air serta gugus fungsional keton, juga digunakan untuk uji monosakarida. Ciri larutan fehling A adalah larutan encer berwarna biru dari tembaga (II) sulfat. Sementara fehling B merupakan larutan jernih dari kalium natrium tartrat encer (garam rochelle) dan basa kuat (natrium hidroksida).

 

Bahan Kimia Gas

  1. Amoniak (Amonia) NH4OH

Amonia adalah bahan kimia berupa gas tidak berwarna tapi baunya sangat tajam. Bahan kimia ini sangat mudah larut dalam air. Amonia bersifat korosif pada timah dan tembaga. Kegunaan amonia sebagai bahan alat kecantikan seperti bahan campuran cat rambut, meluruskan rambut, untuk obat-obatan, bahan campuran pupuk urea dan ZA, bahan pembuatan amonium klorida pada baterai, zat pendingin, asam nitrat, membuat hidrazin untuk bahan bakar roket, kertas plastik, bahan dasar pembuatan bahan peledak dan detergen.

Itu tadi daftar bahan kimia yang kerap ada di laboratorium. Semoga bermanfaat.

Pencarian Populer :

  • https://robustindonesia com/penyedia-bahan-kimia-laboratorium/
Open chat
1
Selamat Datang !! Hubungi kami via wa untuk mendapatkan konsultasi produk.